06 September 2012

Postingan Setelah Selesai Beresin Kamar





*tarik nafas*
  *hembuskan*

Hari ini gue pergi ke rumah lama gue. 

Bukan hanya untuk sekedar main, gue juga pengin mencari barang-barang yang belum sempet kebawa saat gue pindah ke rumah baru.
 Sesampainya di kamar, gue mendapati bahwa keadaan dan kondisi kamar gue seperti surga kapal pecah. Berantakan, karena semenjak pindahan, kamar ini belum sempet dibereskan lagi. Meja makan, meja komputer, rak-rak, AC, sofabed, semua berserakan nggak karuan. Berhubung gue adalah tipikal orang yang nggak tahan ngeliat sesuatu yang berantakan, gue pun berinisiatif untuk ngeberesin beberapa barang biar nggak terlalu keliatan berantakan. Jadilah hari ini gue putuskan sebagai hari untuk membereskan kapal pecah ini. Lebih tepatnya, kamar gue ini, seperti gudangnya kapal pecah. Kapal pecah aja udah berantakan, gimana gudangnya? Silahkan nilai sendiri.

Walau kadang gue juga suka bingung, kenapa kita harus membereskan sesuatu, kalau nantinya juga bakal berantakan lagi? Ah, pemikiran yang agak bloon tapi ada benernya juga. Tapi tekad gue sudah bulat, gue akan tetap membereskan kapal pecah ini. *pasang iket kepala*

Kamar gue bisa dibilang kamar yang cukup lengkap. Ada meja makan didalam, kamar mandi didalam, ada timezone, balkon, dapur kecil, kulkas, dan ada ruang khusus untuk mendengarkan musik. Kamar 'khusus mendengarkan musik' ini juga merangkap sebagai gudang, karena beberapa barang suka gue masukin dengan tidak ber-kepri-kamaran. Kalau ada barang yang bikin risih di kamar, gue selalu naro barang tersebut di kamar itu. 

Kamar 'khusus mendengarkan musik' ini juga sering dijadikan spot galau buat gue ataupun kakak gue. 

Pernah, pada saat kami sekeluarga baru pindah, gue masuk ke ruang musik dan nyalain lagu
 Mari Bercinta - Vicky Shu Sheila on 7. Lagu tersebut sering gue dengerin sewaktu gue masih tinggal di Bintaro. Gue yang masih sangat betah tinggal di Bintaro, sebenenernya masih nggak rela untuk pindah setelah 12 tahun lebih tinggal disana. Memang selalu susah untuk meninggalkan tempat dimana kita dibesarkan. Jadi ketika denger lagu itu, gue jadi teringat kenangan-kenangan gue di Bintaro. Akhirnya gue meneteskan air mata... Sampai akhirnya, abang gue masuk tanpa ketok pintu, ngeliat gue nangis. 

Gue fikir dia bakal kasihan, atau setidaknya menenangkan gue..... dia malah ngakak.

"HAHAHAHA. HAHAHAHA. Kenapa lo nangis? HAHAHAHA."

Monyet.

Rencana gue untuk galau karena pindah rumah, jadi gagal total. Akhirnya, semenjak itu, gue mencari spot galau lain. Dan membiarkan ruang itu hanya menjadi ruang mendengarkan musik. 

Hari ini gue nggak beresin ruangan khusus musik tersebut, karena pintunya dikunci, dan gue nggak tau kuncinya ada dimana. Jadi, gue hanya membereskan apa yang ada di kamar. Niatnya, di postingan ini gue mau foto before-after kamar gue setelah dibereskan sama sebelum dibereskan.

Tapi bodohnya.... Gue lupa foto kamar pas keadaan before nya. 

Great. :)))))

Dulu, gue suka nge-print quotes-quotes dari Tumblr, dan gue tempel di dinding-dinding kamar gue. Niatnya sih, ketika bangun di pagi hari, gue langsung natap quotes-quotes tersebut dan menjadi termotivasi. Nyatanya.... Tiap bangun gue selalu kesiangan dan end up tidak menghiraukan quotes-quotes tersebut. Begok.

Gue juga menempel beberapa foto-foto gue saat gue masih SD dan SMP di lemari gue. Setelah tadi gue liat lagi, semua foto ini.... Membuat gue minder. Ada foto disaat poni gue rata karena kesalahan potong rambut, ada juga saat gue botak, ada juga yang mirip Jarwo Kwat, dan lain-lain.

Daripada lama, nih gue fotoin semua yang udah gue ceritain diatas, dari mulai-mulai quotes-quotes yang ada di tembok, sampai foto kamar gue setelah selesai dibereskan.




Ini adalah beberapa foto quotes-quotes yang gue tempel di dinding.


http://2.bp.blogspot.com/-mfWmkZq6gTY/UEi7XP6-9zI/AAAAAAAAAEI/S78v6Gw71Eo/s320/IMG_0150.jpg

                                        Sangat super sekali.




Ada juga quotes yang membuat gue menjadi termotivasi untuk tidak minder, karena waktu dulu gue gembrot banget:

http://4.bp.blogspot.com/-TsdsHFog2xo/UEi8GlQ9KuI/AAAAAAAAAEQ/cuOP8WlfAjI/s320/IMG_0151.jpg
                          
                                     Abaikan 'beautiful' nya.



Kalo foto yang ini... eh, nggak sengaja ke upload:


http://4.bp.blogspot.com/-Y1yXMfJM0rI/UEi8ffFKn3I/AAAAAAAAAEY/DY0eVp94Owc/s320/IMG_0148.jpg

                            Meskipun pakai masker, tetap bergaya.



Kalo quotes yang ini, gue tempel di pintu masuk:

http://4.bp.blogspot.com/-gszgvSCjQTU/UEi9XAiSVCI/AAAAAAAAAEg/huH-4dqvd4c/s320/IMG_0152.jpg

                                          Ini benar banget.



Nah, sekarang, gue akan memperlihatkan sebagian foto-foto aib gue semasa SD dan SMP yang gue tempel di lemari. 
Dimulai dari foto laknat ini:

http://1.bp.blogspot.com/-zq83gmJs7OE/UEi_taEM2aI/AAAAAAAAAEw/RDp4HGvpo3I/s200/IMG_0146.jpg

                                           Bukan Jarwo Kwat.



Ada juga foto saat gue salah potong poni. Poni kampret ini disebabkan oleh mas-mas barbershop gonderong yang tidak bertanggung jawab memotong poni gue secara tidak berkepri-ponian. Abaikan muka gue yang terlihat seperti orang India:


http://1.bp.blogspot.com/-MXNsgKoJRh4/UEjAoSAtreI/AAAAAAAAAE4/5vByK-LdBFM/s200/IMG_0129.jpg

                             Foto Shahrukh Khan waktu masih SD.




Kalo foto yang ini, diambil sewaktu gue masih suka gaya rambut botak dan cepak:


http://2.bp.blogspot.com/-2QTgwzHlps0/UEjBtEWWYoI/AAAAAAAAAFA/Im7i-KlSwX4/s200/untitled.JPG

                                    Masih sodara-an sama Boboho.



Dan ini foto kamar gue setelah dibereskan, walaupun masih banyak yang berantakan juga:

http://3.bp.blogspot.com/-vPpkwcLHTK0/UEjDxFTE0tI/AAAAAAAAAFQ/y2Hbt1bNtPI/s200/IMG_0153.jpg

            Kamar yang ada gambar huruf R adalah kamar khusus galau mendengarkan musik



Oh iya, foto narsis lagi ah. Sekaliii ajah.

http://3.bp.blogspot.com/-atoXPayF21g/UEi-o8rOXvI/AAAAAAAAAEo/lMHgMGvJGC8/s320/IMG_0155.jpg

                      Hidung gue terlihat 2 kali lebih besar dari biasanya.



Setelah kelar ngeberesin kamar, gue mendadak bersin-bersin karena banyak barang yang berdebu. Tapi nggak apa-apa, yang penting gue puas sama hasilnya.

Gue membawa beberapa barang yang waktu dulu belum sempet dibawa ke rumah baru. Seperti koleksi buku Tintin gue, novel-novel, dan beberapa baju dan kemeja.

Hari sudah menjelang maghrib, gue bergegas untuk pulang. Sebelum pulang, gue membuka pintu sedikit dan berbisik ke dalam kamar:

"Kamar udah gue rapiin, ya. Jangan diberantakin lagi... See you soon!"

Gue tutup pintu kamar, menguncinya, lalu pulang.


No comments:

Post a Comment